Pengertian
Digital Marketing (pemasaran digital) adalah suatu usaha untuk mempromosikan sebuah brand atau produk dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi, dan relevan. Bisa melalui iklan di internet, facebook, youtube, ataupun media sosial lainnya.
Digital Marketing turut menggabungkan faktor psikologis,humanis, antropologi, dan teknologi yang akan menjadi media baru dengan kapasitas besar, interaktif, dan multimedia. Hasil dari era baru berupa interaksi antara produsen, perantara pasar, dan konsumen. Pemasaran melalui digital sedang diperluas untuk mendukung pelayanan perusahaan dan keterlibatan dari konsumen.
Tujuan
Untuk menjangkau sebanyak-banyaknya target customer. Di dunia DigitalMarketing penjual bisa membuat caloncustomer tertarik pada penawaran brandatau produknya. seperti membuat iklan,email marketing, brosur online, dan banyak lagi.
Keunggulan Digital Marketing vs Konvensional
Tidak seperti iklan di koran, selebaran brosur dan semacamnya, strategi pemasaran menggunakan media digitalkhsusunya online dapat diukur secara tepat bahkan real-time. Dengan menggunakan media digital, kita dapat mengetahui berapa lama iklan atau video produk kita ditonton, berapa persen konversi penjualan dari setiap iklan, dan tentunya kita bisa mengevaluasi mana iklan yang baik dan tidak. Abilitas pemasaran digitalakan tracking ini tentu sangat membantu para pebisnis dalam menghitung ROI (Return of Investment) dari budget marketingperusahaan.
Selain faktor kemudahan evaluasi, luas jangkauan geografis juga jadi salah satu keunggulan Digital Marketing. Dengan memanfaatkan media digital, kita dapat menyebarkan brand atau produk kita ke seluruh dunia hanya dengan beberapa kali klik. Dengan alasan ini pula, metode Offline Marketing lawas bahkan sudah ditinggalkan oleh perusahaan tertentu.
Taktik Digital Marketing
Tipe Digital Marketing mencakup banyak teknik dan praktik yang terkandung dalam kategori pemasaran internet. Dengan adanya ketergantungan pemasaran tanpa internet membuat bidang pemasaran digitalmenggabungkan elemen utama lainnya seperti ponsel, SMS (pesan teks dikirim melalui ponsel), menampilkan iklan spanduk, dan digital luar.
a. Search Engine Optimization (SEO)
SEO adalah usaha optimasi websiteagar memperoleh peringkat bagus dari mesin telusur semacam Google. Tujuannya tentunya memungkinkan website untuk lebih mudah ditemukan oleh pengguna internet yang sedang mengakses mesin telusur, sehingga meningkatkan jumlahtraffic organic (atau tidak berbayar) yang diterima situs web. Media FF yang bermanfaat dari SEO meliputi:
- Website
- Blogs
- Infografis
b. Search Engine Marketing (SEM)
SEM adalah cara meningkatkan visibilitas website pada halaman hasil pencarian mesin telusur semacam Google (SERP). Selain pengoptimalan bagi mesin telusur, SEM juga menyertakan penggunaan penelusuran berbayar sebagai komponen. Apa saja contohnya? Seperti daftar bayar per klik (PPC) dan iklan semacam Google Ads. Jadi sebagian besar, bentuknya adalah kampanye (iklan) dan kegiatan PPC.
c. Social Media Marketing (SMM)
Tahukah anda bahwa rata-rata orang-orang menggunakan social media sebanyak satu jam dan empat puluh menit setiap harinya? Penggunaan media sosial mencapai sekitar 28% dari waktu yang kita habiskan di internet. Aktivitas kita sehari-hari banyak terjadi secara online, mulai dari belanja, belajar, sampai memeriksa rekening bank. Salah satu yang bisa dikerjakan melalui social media adalah social media marketing. Dalam prakteknya adalah mempromosikan brand atau produk di media-media sosial untuk meningkatkanbrand awareness, mengendalikan traffic, dan menghasilkan prospek untuk bisnis. Media yang dapat digunakan dalam pemasaran media sosial
Solusi
1. Tak memiliki goal
Tak adanya goal pada satu strategi atau rencana marketing merupakan satu kesalahan fatal yang harus dihindari. Ketika membuat perencanaan, Anda tak bisa berpaku pada go with the flow dan melihat bagaimana hasil akhir dari rencana. Harus ada goal, sasaran, dan pencapaian yang dikejar dalam satu periode promosi digital. Menjalankan sebuah strategi tanpa adanya goal seakan berlarian tanpa adanya tujuan yang pasti. Bisa dibayangkan bagaimana Anda akan hilang kendali nantinya?
Bila saat ini Anda sudah terlanjur menjalankan strategi marketing tanpa adanya goal, maka sebaiknya memang segera buat tujuan akhir yang ingin dicapai. Misalnya saja, traffic website meningkat 30 persen, atau jumlah follower dan engagement di media sosial meningkat. Goal seperti ini memastikan langkah marketing yang dilakukan tidak “kemana-mana”,
Di sisi lain, goal harusnya dibuat sebelum perencanaan strategi marketing. Jadi bahkan sebelum Anda membuat strategi, goal menjadi pusat perhatian lebih dulu. Baru dari goal ini Anda membentuk strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Solusi yang mudah, bukan?
2. Tak memperhatikan hasil analisa
Salah satu kunci dari digital marketing yang sukses bukan hanya tercapainya goal. Namun hasil analisa yang positif. Ini karena hasil analisa tersebut menjadi panduan untuk langkah strategi berikutnya. Jadi bukan hanya goal namun juga analisa seharusnya jadi perhatian. Lalu apa yang terjadi bila Anda justru acuh bahkan menganggap remeh analisa yang ada? Masalah besar, pastinya.
Hasil analisa menunjukan apa yang salah dan apa yang harus dibenagi dari strategi marketing saat ini. Analisa pula yang membawa Anda ke arah yang benar untuk mencapai goal serta untuk kelanjutan strategi kedepannya. Misalnya saat ini hasil analisa Anda menunjukan engagement yang lemah, namun Anda hiraukan hasil analisa tersebut. Pada akhirnya Anda tak akan tahu bahwa engagement media sosial lemah dan terus bertanya-tanya mengapa tak ada perkembangan pada goal dari strategi marketing.
3. Cepat berganti pada tren yang lebih baru
Tak ada salahnya untuk mengikuti tren pada digital marketing. Malah Anda diharapkan untuk selalu mengikuti tren di dunia pemasaran digital. Lalu apa salahnya dengan ini?
Salahnya adalah bila Anda sangat cepat berganti strategi pemasaran hanya karena tren. Hingga akhirnya, Anda seakan tidak memiliki tujuan pasti dan hanya melakukan apa yang sedang menjadi tren saja.
Saat Anda berniat mengganti strategi marketing berdasarkan tren, lihat lagi goal dan hasil analisa. Bila hasil analisa menunjukan Anda berada di langkah yang benar saat ini dan sudah nyaris mencapai goal, maka tahan dulu untuk berganti pada tren terbaru. Teruskan strategi apa yang sudah dibuat sebelumnya. Hingga di satu titik. Anda bisa memasukan tren terbaru sebagai bagian dari strategi promosi digital.
Sekali lagi, hubungan antara analisa dan goal memang sangat besar. Bahkan tidak terpisahkan. Jadi paling penting, hindari melakukan 3 kesalahan ini ya.
4. Salah target konsumen
Tak ada kesalahan yang lebih fatal selain salah target konsumen. Kesalahan in seharusnya menjadi kesalahan paling fatal namun yang paling bisa dihindari. Meski tak selalu begitu. Katakan saja seperti ini. Anda berjualan produk kosmetik import. Sasaran konsumen Anda tentu saja bukan remaja atau pun ibu-ibu, melainkan para pekerja dan wanita karir yang sukses. Mereka yang tak akan ragu mengeluarkan uang ratusan ribu untuk lipstik. Nah, strategi marketing Anda pun seharusnya menyasar target konsumen ini.
Kesalahan sasaran pada target konsumen memberikan pengaruh besar pada strategi digital marketing sekaligus mempengaruhi analisa dan goal nantinya.
Solusi bagi masalah ini, kenali produk dan jasa yang akan Anda promosikan. Kenali baik-baik baru kemudian buat sample konsumen yang akan menjadi target pasar. Mudahnya, bayangkan siapa yang nantinya paling mungkin menggunakan dan membeli produk yang Anda jual. Apakah mereka seorang ibu rumah tangga, seorang bapak untuk anak gadisnya, atau malah wanita karir.
5. Mengesampingkan peranan mobile
Kita hidup di era dimana semua hal berhubungan dengan smartphone. Dimana ponsel pintar ini memegang peranan besar dalam aktifitas sehari-hari. Jadi rasanya akan sangat salah bila Anda mengesampingkan peranan mobile pada strategi marketing. Solusi digital marketing untuk mobile ini ada beragam. Bisa dari mulai membuat aplikasi mobile untuk kemudahan interaksi dengan konsumen, atau bahkan membuat konten di website lebih mudah dan lebih nyaman diakses dari mobile.
Konsep yang mudah secara mobile ini pun wajib menjadi perhatian khusus. Terutama pada saat pembuatan konten. Untuk website misalnya, konten seharusnya bisa diakses dengan menu mobile mode, satu hal yang masih jarang dilakukan oleh situs dari Indonesia.
Kunci sukses
Kunci sukses digital marketing Home Plus:
- Pemahaman Customer Behavior
Inovasi yang dilakukan oleh Home Plus, berdasarkan data riset mengenai customer behavior di Korea Selatan. Home Plus memperoleh insight bahwa penduduk Korea Selatan sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak memiliki banyak waktu luang.
Penduduk Korea Selatan menganggap bahwa aktivitas belanja di supermarket atau toko ritel adalah aktivitas yang menghabiskan waktu mereka. Home Plus juga menemukan bahwa penduduk Korea Selatan “terpaksa“ membuang waktu ketika menunggu subway. Home Plus mengubah aktivitas menunggu subwaymenjadi satu pengalaman belanja yang menarik dan efisien.
- Pemahaman Tren Industri dan Teknologi
Home Plus memutuskan untuk menggunakan virtual store karena Korea Selatan memiliki penetrasi internet dan penggunaan smartphone yang tinggi. Home Plus bisa membuat mobile site yang nyaman dan canggih untuk mendukung pembelian secara online. Hasilnya jumlah online salesmeningkat 130%.
- Solusi Kreatif
Solusi yang diberikan Home Plus bukan sekadar membuat mobile site, display di subway, dan menggunakan QR code untuk online shopping. Home Plus menawarkan solusi untuk menghemat waktu belanja dan cara baru berbelanja yang berbeda dengan kompetitor.
Kunci sukses digital marketing dapat dibagi dalam dua bagian besar. Bagian pertama adalah perencanaan yang baik; dan bagian keduaadalah proses eksekusi yang excellent.
Marketer harus memiliki pemahaman yang mendalam saat membuat digital marketing plan. Digital marketing plan bukan hanya berisi channel yang akan digunakan, pesan yang disampaikan, berapa follower atau fans yang ingin diperoleh. Digital marketing plan harus disusun berdasarkan informasi landscapeindustri, tren industri & teknologi, customer behavior, dan buying process.
Informasi ini akan membantu marketer untuk mengidentifikasi masalah yang dianggap penting oleh konsumen, menentukan digital marketing tools yang diperlukan, membuat solusi kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Proses eksekusi digital marketing juga harus dilakukan secara excellent, karena rencana yang baik tanpa pelaksanaan tidak akan menghasilkan apa pun.
Apakah Anda, para marketer Indonesia, siap untuk membuat perencanaan digital marketingyang baik dan melakukan proses eksekusi dengan excellent?



